Site icon Mateng Kita

ekda Mateng Terima Kunjungan Keuskupan Agung Makassar, Pertegas Komitmen Toleransi

MAMUJU TENGAH – Di tengah akselerasi transformasi digital dan reformasi birokrasi, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) kembali membuktikan diri sebagai otonomi baru yang menjunjung tinggi nilai-nilai keberagaman. Sekretaris Daerah Mateng, Lita Febriani, S.E., M.S.E., secara resmi menerima kunjungan kerja dan silaturahmi Pemimpin Keuskupan Katolik wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara, Mgr. Pransiskus Nipa, PR., Rabu (4/3).

Pertemuan yang berlangsung hangat ini dihadiri pula oleh Asisten III Heranto, Kepala Diskominfo Hajai, Kabag Kesra, serta jajaran pejabat fungsional lainnya. Mgr. Pransiskus Nipa hadir didampingi Sekretaris Jenderal Keuskupan dan sejumlah perwakilan umat Katolik wilayah Sulawesi Barat.


Dalam kunjungannya, Mgr. Pransiskus Nipa menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah terhadap seluruh warga tanpa memandang latar belakang keyakinan. Ia secara khusus memuji suasana kerukunan dan toleransi antarumat beragama yang terbangun kokoh di Mateng.

“Nilai-nilai toleransi dan kebersamaan di Mamuju Tengah adalah modal penting bagi persatuan masyarakat. Kami berterima kasih atas perhatian pemerintah daerah kepada umat Katolik yang berdomisili di sini,” ungkap Mgr. Pransiskus Nipa.

Komitmen Pelayanan Lintas Agama
Sekda Lita Febriani menegaskan bahwa menjaga kerukunan adalah prioritas utama pemerintah daerah. Ia memastikan Pemkab Mateng siap memfasilitasi berbagai agenda keagamaan umat Katolik, baik dalam skala lokal maupun nasional. Komitmen ini selaras dengan upaya pemerintah dalam menciptakan pelayanan publik yang inklusif—sejalan dengan predikat Zona Integritas yang baru saja diraih kabupaten ini.


Silaturahmi ini menjadi kepingan penting dalam narasi besar pembangunan Mamuju Tengah 2026:

Kunjungan Mgr. Pransiskus Nipa mempertegas bahwa di balik angka-angka pertumbuhan ekonomi dan capaian fiskal yang meningkat, Kabupaten Mamuju Tengah tetap mengedepankan sisi kemanusiaan dan spiritualitas sebagai ruh dari kemajuan daerah.


**

Exit mobile version