MAMUJU TENGAH – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) resmi tancap gas di awal tahun 2026. Melalui serangkaian kebijakan strategis, mulai dari perombakan struktur birokrasi hingga penguatan ekosistem inovasi, “Bumi Manakarra” memancangkan target tinggi untuk masuk dalam jajaran elit daerah “Sangat Inovatif” secara nasional.
Akselerasi Inovasi: Target Indeks 65,00
Melalui Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida), Pemkab Mateng menggelar coaching clinic intensif sebagai persiapan pelaporan Indeks Inovasi Daerah (IID) ke Kemendagri untuk ajang Government Award 2026.
Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah, Nasyrah Aziz, mengungkapkan ambisinya untuk melampaui capaian tahun 2025 yang berada di angka 63,82. “Tahun ini kita targetkan angka indeks mencapai 65,00 agar naik kelas ke kategori Sangat Inovatif. Kami melaporkan 212 inovasi tahun ini, melonjak tajam dari sebelumnya yang hanya 73 inovasi,” tegas Nasyrah. Inovasi ini mencakup kontribusi dari OPD, sekolah, desa, hingga peserta Latsar CPNS.
Kabinet Baru, Energi Baru
Untuk mengawal lonjakan inovasi tersebut, Bupati Arsal Aras melakukan penyegaran birokrasi melalui rotasi pejabat Eselon II dan III (26/2). Pelantikan pejabat baru seperti Muh. Nasir Nur Achir di Diskoperindag dan Ir. Usman di Dinas PUPR diharapkan menjadi mesin penggerak baru dalam merealisasikan ratusan inovasi yang telah didaftarkan.
Restrukturisasi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan langkah sinkronisasi agar setiap pimpinan OPD memiliki tanggung jawab langsung terhadap pelaporan inovasi dan pengembangan potensi daerah.
Integrasi Kekayaan Intelektual
Langkah inovasi ini diperkuat dengan sinergi bersama Kanwil Kemenkumham Sulbar terkait pelindungan Kekayaan Intelektual (KI). Kakanwil Saefur Rochim sebelumnya telah menekankan bahwa inovasi daerah, terutama yang berbasis potensi lokal seperti merek kolektif KDKMP dan lagu daerah, harus dipagari dengan legalitas hukum yang kuat.
“Inovasi tanpa pelindungan hukum akan sia-sia. Oleh karena itu, inventarisasi produk unggulan dan penyusunan Peraturan Kepala Daerah tentang KI menjadi krusial untuk menambah poin dalam penilaian Indeks Inovasi Daerah,” tambahnya.
Sinergi Menuju Kesejahteraan
Dengan keterlibatan empat pendamping teknis dari Bapperida yang mengawal pelaporan di tingkat desa hingga OPD, Pemkab Mateng optimistis peringkat ke-76 nasional yang diraih tahun lalu akan melesat naik. Sinergi antara birokrasi yang segar, jumlah inovasi yang masif, dan perlindungan aset intelektual yang kuat diproyeksikan menjadi motor utama peningkatan kesejahteraan masyarakat Mamuju Tengah di masa depan.
**

