×

Musrenbang Pangale 2026: Strategi Efisiensi Anggaran dan Optimalisasi Sabuk Hijau Kelapa Sawit

Musrenbang Pangale 2026: Strategi Efisiensi Anggaran dan Optimalisasi Sabuk Hijau Kelapa Sawit

PANGALE – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) melanjutkan rangkaian penyusunan rencana pembangunan daerah melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan ketiga yang digelar di Kecamatan Pangale, Selasa (10/2).

Wakil Bupati Mamuju Tengah, Dr. Askary Anwar, dalam arahannya menekankan bahwa di tengah kebijakan efisiensi anggaran dan penurunan dana transfer pusat, setiap usulan pembangunan dari desa harus berbasis pada kebutuhan riil masyarakat dan skala prioritas yang ketat.

Pangale Sebagai Sentra Agropolitan
Forum tersebut mengidentifikasi Kecamatan Pangale sebagai wilayah dengan potensi besar di sektor pertanian, peternakan, serta perkebunan kelapa sawit. “Potensi ini memerlukan dukungan sarana dan prasarana yang memadai. Kita harus merumuskan program yang tepat sasaran agar sektor unggulan ini menjadi motor pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tegas Askary.

Hadir dalam Musrenbang ini, Sekda Mateng, Ketua DPRD Hj. Nirmalasari Aras, Wakil Ketua DPRD, Camat Pangale, serta jajaran Forkopimda dan kepala desa. Kehadiran para pimpinan legislatif dan eksekutif ini memastikan bahwa aspirasi warga Pangale, terutama terkait akses pasar kelapa sawit dan penguatan layanan dasar (pendidikan serta kesehatan), masuk dalam radar kebijakan strategis daerah.

Integrasi Kebijakan Daerah
Visi pembangunan di Pangale ini selaras dengan langkah-langkah besar Pemkab Mateng lainnya:

  1. Dukungan PAD: Optimalisasi hasil bumi Pangale akan didukung oleh sistem Tera Ulang Timbangan (seperti yang dilakukan di Tobadak) guna menjamin keadilan transaksi bagi petani sawit.
  2. Kepastian Hukum: Pendaftaran merek kolektif dan pelindungan kekayaan intelektual (KI) yang dikoordinasikan dengan Kemenkumham diharapkan menyentuh produk-produk turunan dari Pangale.
  3. Kesejahteraan Sosial: Program pro-rakyat seperti Beasiswa KUAT dan penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) tetap menjadi prioritas untuk meningkatkan IPM di wilayah pesisir ini.

Menuju Musrenbang Kabupaten
Dengan selesainya Musrenbang Pangale, Pemerintah Kabupaten semakin matang dalam menyinkronkan 212 inovasi daerah yang dilaporkan ke Kemendagri dengan alokasi anggaran yang ada. Langkah ini memperkuat fondasi Mamuju Tengah menuju target “Kabupaten Sangat Inovatif 2026”.

**

Post Comment