Predikat SAKIP B Jadi Bukti Integritas Tanpa Batas di Mamuju Tengah
MAMUJU TENGAH – Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) membuktikan bahwa status sebagai daerah otonom baru dengan keterbatasan infrastruktur dan SDM bukan penghalang untuk meraih standar akuntabilitas nasional. Wakil Bupati Mamuju Tengah, Dr. Askary Anwar, secara resmi mengapresiasi raihan predikat Nilai B pada Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dan Zona Integritas (ZI) tahun 2026, Rabu (11/2).
Bagi Askary, penghargaan ini memiliki makna yang jauh lebih dalam sekadar seremoni. Ia menyebutnya sebagai simbol kemenangan integritas atas keterbatasan fisik daerah.
Dalam wawancara eksklusif, Askary menggambarkan tantangan pembangunan di Mateng bagaikan mendaki tebing curam. Dengan jumlah ASN yang masih minim, keterbatasan fiskal, serta tuntutan masyarakat yang kian kompleks, pemerintah daerah dipaksa untuk bekerja ekstra efisien.
“Integritas yang kami pupuk bukanlah mimpi kosong. Kendati keterbatasan infrastruktur menjulang bagai tebing curam, itu tak menghalangi roda pemerintahan kami berputar lancar,” tegas Askary dengan nada optimis. Ia menekankan bahwa predikat B ini adalah bukti bahwa pelayanan publik tetap prima meskipun berada dalam himpitan anggaran.
Capaian SAKIP B ini menjadi payung besar bagi seluruh inisiatif strategis yang tengah berjalan di Mamuju Tengah, di antaranya:
- Akselerasi 212 Inovasi: Membuktikan bahwa inovasi tidak terikat oleh batasan fisik atau anggaran, melainkan kreativitas dalam menjawab tantangan layanan.
- Reformasi Digital (TTE): Implementasi Tanda Tangan Elektronik oleh Diskominfo menjadi instrumen pendukung akuntabilitas yang transparan.
- Ketegasan Data Sosial: Langkah Dinas Sosial dalam melakukan validasi BPJS PBI berbasis kejujuran data merupakan manifestasi nyata dari Zona Integritas.
Askary menjadikan penghargaan ini sebagai titik tolak untuk tidak berpuas diri. Baginya, semangat utama bukan terletak pada label atau trofi, melainkan pada dampak nyata yang dirasakan rakyat. Fokus pada efektivitas dan efisiensi pemerintahan akan terus ditingkatkan guna menutup celah kekurangan SDM dan infrastruktur.
“Inovasi menjadi kunci menjawab tantangan efektivitas dan efisiensi. Kami berupaya keras menyempurnakan pengelolaan, sehingga pelayanan kepada masyarakat mencapai level optimal,” pungkas Askary, memberikan pesan kuat bagi daerah lain yang juga berjuang di tengah keterbatasan.
**


Post Comment