Sekda Mamuju Tengah Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Cegah Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak
MAMUJU TENGAH, SULBAR — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Litha Febriani membuka secara resmi kegiatan kerja sama lintas sektor dalam rangka sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3P2KB) Kabupaten Mamuju Tengah tersebut berlangsung di Aula Hotel Fadilah Topoyo, Kamis (11/6/2026).
Usai membuka kegiatan, Litha Febriani menyampaikan bahwa berdasarkan data yang ada, persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan kolaborasi dan kerja sama seluruh pihak dengan menghadirkan program-program konkret dalam upaya pencegahan serta penanganan kasus.
“Berangkat dari data yang ada, ini menjadi kegelisahan bagi kami. Bagaimana caranya agar tidak ada lagi kasus-kasus berikutnya. Karena itu, seluruh perangkat daerah diharapkan dapat berkolaborasi dan melahirkan program yang benar-benar konkret untuk mencegah dan menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Mamuju Tengah,” ujar Litha.
Ia menegaskan, persoalan perlindungan perempuan dan anak tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja, tetapi membutuhkan keterlibatan pemerintah, masyarakat, lembaga terkait, serta seluruh pemangku kepentingan.
Litha berharap melalui kegiatan sosialisasi tersebut dapat meningkatkan pemahaman dan kepedulian semua pihak sehingga kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Mamuju Tengah dapat ditekan.
“Harapan kita ke depan tidak ada lagi permasalahan terkait perempuan dan anak di Mamuju Tengah. Namun apabila masih terjadi kasus, kita ingin penanganannya dilakukan secara cepat, tepat, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tutupnya.
Sebagai informasi, berdasarkan data kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Mamuju Tengah periode Januari hingga Mei 2026 tercatat sebanyak 18 kasus.
**


Post Comment